Breaking News
Loading...
Saturday, 26 March 2016

Halal Buat Kami - Haram Untuk Tuan

10:10:00 am
 
cerita inspiratif, alkisaah, halal, haram, tabi'in, abdullah al mubarak

Adalah Abu 'Abdurrahman Abdullah ibn al Mubarak al Hanzhali al Marwazi, seorang ulama' masyhur di Makkah yang menceriterakan riwayat ini.

Suatu ketika, setelah selesai menjalani ritual ibadah haji, ia beristirahat dan tertidur. Dalam tidurnya ia bermimpi melihat dua Malaikat yang turun dari langit, dan mendengar percakapan keduanya.

"Berapa orang yang datang tahun ini (untuk haji) ?" tanya satu malaikat kepada malaikat lainnya.

"Tujuh ratus ribu jama'ah" jawab Malaikat yang ditanya.

"Berapa banyak dari mereka yang diterima ibadah hajinya ?"

"Tidak satupun"

----- *** -----

Percakapan itu membuat sang Abdullah al Mubarak bergemetar.

"Apa ?" ia menangis dalam mimpinya. "Semua orang - orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh, dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan, berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia - sia ?"

Sambil gemetar, ia melanjutkan mendengar percakapan kedua malaikat itu.

"Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji, akan tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Berkat dia seluruh ibadah haji mereka diterima oleh Allah"

"Kenapa bisa begitu ?"

"Itu kehendak Allah"

"Siapa orang tersebut ?"

"Sa'id ibn Muhafah tukang sol sepatu di Kota Dimasyq (Damaskus)"

Mendengar ucapan itu, Abdullah al Mubarak itupun langsung terbangun dari tidurnya. Sepulang haji, ia tak langsung pulang menuju rumah, akan tetapi langsung menuju kota Damaskus, Syiria. Hatinya bergetar dan bertanya - tanya.

Sesampai disana, ia langsung mencari sang tukang sol yang disebut Malaikat dalam mimpinya. Hampir semua tukang sol sepatu ia tanya, apakah ada tukang sol sepatu yang bernama Sa'id ibn Muhafah.

"Ada, di tepi kota" jawab salah seorang tukang sol sepatu sambil menunjuk arahnya.

Sampai disana ia mendapati seorang tukang sol sepatu yang berpakaian amat lusuh, "Benarkah anda bernama Sa'id ibn Muhafah ?" tanya ibn al Mubarak.

"Betul, siapakah tuan ?"

"Aku Abdullah ibn al Mubarak"

Sa'id pun terharu, "Tuan adalah Ulama' terkenal, ada apa gerangan mendatangi saya ?"

Sejenak, Ulama' itupun kebingungan, darimana ia akan memulai pertanyaanya. Akhirnya iapun menceritakan perihal mimpinya.

"Saya hendak tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat, sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur, dan membuat mabrur ibadah haji para jama'ah yang lain ?"

"Wah saya sendiri tidak tahu"

"Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini"

Maka Sa’id ibn Muhafah pun bercerita, "Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar suara talbiyah : 'Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika laa syariika laka labbaika. Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syariika laka' dan, setiap kali aku mendengar talbiyah itu, aku selalu menangis 'ya Allah aku rindu Makkah. ya Allah aku merindu Ka'bah. Ijinkan aku datang, ijinkan aku datang ya Allah' oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu. Setiap hari saya menyisihkan uang dari hasil kerja saya sebagai tukang sol sepatu. Sedikit demi sedikit saya kumpulkan, hingga akhirnya pada tahun ini, saya memiliki 350 dirham, cukup untuk saya berhaji, saya sudah siap berhaji"

"Tapi anda batal berangkat haji"

"Benar"

"Apa yang terjadi ?"

"Ketika itu, Istri saya hamil, dan mengidam. Waktu saya hendak berangkat, saat itu dia ngidam berat"

"Suamiku, menciumkah engkau bau masakan yang nikmat ini ?"

"Iya, sayang"

"Cobalah kau cari, siapakah yang masak sehingga baunya begitu nikmat. Mintalah sedikit untukku"

"Ustadz, kemudian sayapun mencari sumber bau masakan itu. Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh. Disitu ada seorang janda dan enam anaknya. Saya mengatakan kepadanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit. Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya"

Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan, "tidak boleh, Tuan"

"Dijual berapapun akan saya beli"

"Makanan itu tidak dijual, Tuan" katanya sambil berlinang mata.

"Kenapa ?"

Sambil menangis, janda itu menjawab, "Daging ini halal untuk kami dan haram untuk Tuan"

Dalam hati saya, "Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia, tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim ?" Karena itu saya mendesaknya lagi "Kenapa ?"

"Sudah beberapa hari ini kami tidak makan. Di rumah sama sekali tak ada makanan. Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk kami masak, dan kami makan" Sesenggukan janda itu menjelaskan.

"Bagi kami daging ini adalah halal, karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan. Namun bagi Tuan, daging ini haram"

Mendengar ucapan tersebut, saya menangis, kemudian kembali pulang. Aku ceritakan perihal kejadian itu pada istriku, iapun menangis. Hingga akhirnya, kami memasak makanan dan mendatangi rumah janda tersebut.

"Ini masakan untukmu" 

Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka. "Pakailah uang ini untukmu sekeluarga. Gunakanlah untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi"

Ya Allah ... disinilah Hajiku
Ya Allah ... disinilah Makkahku

Mendengar cerita tersebut, Abdullah al Mubarak pun tak bisa menahan air matanya.

---------- www.alkisaah.blogspot.com ---------- 


Next
This is the most recent post.
Older Post

21 komentar:

  1. Subhanallah, dengan menolong seseorng yg dh hampir kelaparan itu menjadi tolak ukur harta yg di kumpulkan utk menunaikan ibadah haji. Namun uang yg di kumpulkannya menjadi berkah menolong sesama. Seandainya abdullah al mubarak msh ada, saya akan banyak belajar dr sisi hidupnya yg tak pernah mengeluh akan ujian yg dihadapinya! Subhanallah..

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, ingin menjadi seperti sosok Sa'id bin Muhaffah , yang memberi tsnpa pamrih

    ReplyDelete
  3. subhanallah, semoga bisa dijadikan teladan dari kisah ini..
    aamiin

    ReplyDelete
  4. Ya allah jadikan kami umatmu selalu bersyukur atas nikmatmu dan ingatkan kami selalu dalam mendahulukan yang lebih baik dari yang baik.

    ReplyDelete
  5. Ya allah jadikan kami umatmu selalu bersyukur atas nikmatmu dan ingatkan kami selalu dalam mendahulukan yang lebih baik dari yang baik.

    ReplyDelete
  6. Subhanallah... kisah yang luar biasa... semoga bisa jadi motivasi setiap yg membaca.khususnya untuk saya pribadi... aamiin ya Allah

    ReplyDelete
  7. Terharu bacanya, betapa ruginya orang yang menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi, dan tidak menginfakkannya dijalan Allah.
    Artikel yang menginspirasi gan.
    Kunbal ya :
    www.juzamma.com

    ReplyDelete
  8. hmmm....

    Admin,Afwan..., sepertinya Postingan ini di ambil dari blog Ulya ya.... hikmah-inspirasi-islami.blogspot.com

    Very Good....!!!

    ReplyDelete
  9. hmmm....

    Admin,Afwan..., sepertinya Postingan ini di ambil dari blog Ulya ya.... hikmah-inspirasi-islami.blogspot.com

    Very Good....!!!

    ReplyDelete
  10. Terimakasih untuk infomasinya.. slaam blogger. by. ginda

    ReplyDelete
  11. Saya share di beberapa grup wa. Banyak yang apresiatif.

    ReplyDelete
  12. Saya share di beberapa grup wa. Banyak yang apresiatif.

    ReplyDelete
  13. saya sangat senang berkunjung ke blog anda. anda membuat artikel sangat bagus. dan saya mendapatkan sebuah insipirasi mampir di blog anda

    ReplyDelete
  14. Saran aja buat admin. Sebaiknya komentar2 yang mengiklankan perjudian dihapus. Tulisannya bagus-bagus, sayang sekali kalau dikotori oleh orang-orang tidak bertanggungjawab yang mengajak pada kemaksiatan. Salam.

    ReplyDelete

Sampaikan Saran Terbaik Anda ..

 
Toggle Footer